Rabu, 15 Juni 2016

Pemuda Masa Lalu… Kini… dan Nanti…

Pemuda Masa Lalu… Kini… dan Nanti…
Oleh: Lusita

“Sesungguhnya aku amat merindukan pemuda/ pemudi yang tidak tidur lena karena memikirkan masalah umat.” –Syahid Imam Hasan al-Banna


Mengutip suatu perkataan Syahid Imam Hasan al-Banna, bahwa beliau merindukan sosok pemuda yang bahkan tidak bisa tidur karena memikirkan masalah khalayak umum. Banyaknya arti kata pemuda secara harfiah membuat kita kurang memahami dalam artian sebenarnya. Pada pembahasan kali ini tentang sosok pemuda seperti apa yang dirindukan oleh bangsa akan kita ulas secara singkat, namun padat makna.

Menurut KBBI Online, pemuda adalah orang muda, remaja –para pemimpin bangsa- yang selalu bergantung kepada seseorang. Lalu menurut Lembaga Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization [UNESCO]) bahwa pemuda sebagai “…a period of transition from the dependence of childhood to adulthood’s independence and awareness of our interdependence as members of a community…”

Dalam pengertian ini, yang disebut sebagai “pemuda” adalah mereka yang sedang menjalani transisi dari masa kanak-kanak menuju periode ketika mereka dituntut untuk menjadi lebih mandiri dan independen. Pada periode tersebut, mereka juga diharapkan untuk memiliki kepekaan sebagai bagian dari masyarakat tempatnya beraktivitas. Kemudian, secara usia, UNESCO juga membatasi mereka yang dapat disebut sebagai pemuda adalah mereka yang berusia antara 15-24 tahun. Jika UNESCO menetapkan usia pemuda adalah 15-24 tahun, bagi The African Youth Charter, pemuda adalah mereka yang berusia antara 15-35 tahun. Batasan ini disesuaikan dengan konteks Afrika serta realitas pembangunan di benua itu.

Di Indonesia sendiri, kepemudaan diatur oleh UU RI No. 40 tahun 2009. Dalam UU tersebut, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Undang-undang kita menggunakan frase “periode penting pertumbuhan”, sementara UNESCO mengelaborasinya dengan lebih detil, dalam periode tersebutlah terjadi transisi dari individu yang dependen mejadi independen.

Masa Pemuda adalah masa-masa yang sangat istimewa dalam periode kehidupan manusia, karena pada masa ini manusia diberkahi berbagai anugerah yang tidak ternilai harganya dan mungkin tidak akan didapatkan di masa kanak-kanak, maupun masa lanjut usia; yakni kekuatan fisik, pikiran yang jernih, kritis dan kreatif, juga semangat yang membara. Banyaknya keistimewaan tersebut, tidak semua pemuda menyadari anugerah yang diberikan Allah swt. kepada mereka. Sebenarnya untuk menjadi “Pemuda yang dirindukan” –oleh bangsa dan Negara-  itu sebenarnya tidak terlalu sulit, namun dibutuhkan suatu komitmen, keyakinan, dan usaha yang riil dilapangan untuk mewujudkan itu semua.

Teringat pesan terakhir Syahid Imam Hasan al-Banna menyatakan, “Siapkanlah dirimu untuk menggantikan angkatan tua, mereka akan pulang tak lama lagi. Janganlah engkau menjadi pemuda kecapi suling, yang bersenandung meratapi tepian yang sudah runtuh, mengenangkan masa silam yang telah pergi jauh. Janganlah engkau membuat kekeliruan lagi seperti pernah dilakukan oleh angkatan yang engkau gantikan.”

Terlihat bagaimana Syahid Imam Hasan al-Banna yang ingin kita sebagai para pemuda meneruskan perjalanan dari masa silam ke masa sekarang dengan tenaga dan kaki kita sendiri. Memenuhi segala hiruk pikuk dunia ini dengan kegiatan kepemudaan yang bermanfaat. Berbekal dengan fisik yang kuat, pikiran yang jernih, dan semangat yang pantang menyerah, pemuda harus menghadapi tugas dengan kesungguhan, ketekunan, semangat revolusioner, progressif, penuh perhitungan dan pertimbangan yang matang, pemuda sebagai agen perubahan dunia.

Pemuda kini juga harus memperkaya ilmu dengan mempelajari sejarah dan meneladani perjuangan masa silam, di mana jatuh bangunnya para pemuda dulu yang dirasakan oleh Syahid Imam Hasan al-Banna sendiri. Beliau juga berpesan, “Kamu tidak boleh menjadi “plagiator” dari angkatan lama, dan tidak boleh pula menepuk dada serta meniadakan segala harga dan nilai, jasa dan karya dari angkatan lama. Mereka kaya dengan pengalaman, engkau kaya dengan cita-cita. Padukanlah pengalaman angkatan lama dengan nyala citamu! Sejarah ini telah lama berjalan bergerak dan berkembang.”

“Jas Merah” itulah kata yang tepat menanggapi pesan beliau ini. Tidak larut dengan kisah romantisme sejarah yang diukir pemuda masa silam, tetapi meneladani hal itu dan membuat kisah romantisme sejarah masa kini yang kita buat, dan kita sendiri pemeran utamanya. Mengutip pernyataan Ustadz Anis Matta Lc, "Pemuda Indonesia harus membangun kapasitas yang berorientasi kemanusiaan. Indonesia tidak butuh figur sentral untuk kemajuannya, akan tetapi Indonesia butuh partisipasi kita semua". Pemuda yang dirindukan itu adalah pemuda yang senantiasa berpikir kritis, berkarya dan bertindak untuk kemajuan bangsanya, negaranya, dan agamanya juga menginspirasi banyak orang. Pemuda harus mempunyai karakter yang kuat secara rohani dan jasmani. Beberapa karakter yang harus dimiliki para pemuda ialah; a) Profesional, dalam arti pemuda yang mempunyai prinsip hidup yang kokoh dan kuat, bekerja dengan penuh semangat, penuh pengabdian, bekerja keras, dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya; b) Empatikepekaan sosial yang tinggi, pasti akan  memiliki suatu rasa empati terhadap hal-hal disekitarnya, baik terhadap keluarganya, lingkungannya maupun bangsa dan negaranya; cMandiri, pemuda yang mampu menjadi inspirasi bagi orang-orang disekitarnya, dan bahkan menjadi motor penggerak perubahan bagi lingkungannya; d) Ulet, ketika menghadapi suatu permasalahan, berjuang pantang menyerah  untuk menyelesaikan masalah itu adalah kuncinya, tidak gampang putus asa jika dihadapkan dengan persoalan yang begitu kompleks; e) Disiplin, karakter kuat yang harus dijaga oleh pemuda untuk tepat waktu dan tepat sasaran; f) Religius, teguh dalam keyakinan, komitmen dalam menjalankan syariat agama dan selalu dekat dengan Allah swt; g) Militan, menjadi salah satu yang mungkin mencakup keseluruhan dari penjabaran di atas.



Menjadi pemuda masa lalu, kini, dan mendatang tidaklah berbeda. Karena semua konteksnya berada di dalam satu lingkup, yakni “KEPEMUDAAN”. Perkembangan zaman terus membuat pemuda harus banyak belajar guna mempersiapkan keadaan apapun di masanya, yang mungkin saja berbeda setiap periodenya. Oleh karena itu, pemuda harus memiliki karakter yang kuat, teguh keyakinan, kesungguhan dan tetap menjaga prinsip agar menjadi pemuda yang dirindukan di segala lini, di manapun, kapanpun, dan dalam hal apapun.

Sabtu, 23 Maret 2013

EEEF (Triple E and F)

Assalamu'alaikum wr.wb.

EEEF (baca: Triple E and F) do you know about that? hihi :3
Mungkin cuma aku kali ya yang tahu arti itu dan kalian pasti menebak-nebak apa itu EEEF. EEEF itu kepanjangan dari Effective, Efficient, Easy, and Fast. Kenapa aku ngasih judul itu? yeah, karena itulah sifat dari pengisian pulsa secara praktis dan dinamis melalui pulsa elektrik.

Kenapa Effective? Karena misalnya kalo kita beli pulsa dengan voucher biasanya menghabiskan waktu untuk menggosok kode voucher lalu memasukkannya kembali ke dalam telepon selular. Ribet kan pasti? Mending beli pulsa elektrik yang udah terjamin gak bakali ribet.

Kamis, 25 Oktober 2012

This Picture and Document!

please, jangan mengakui hak cipta orang lain yaaa :) ini kalo mau download file IC bisa lewat sini. http://www.4shared.com/file/mnOq9QYh/Integrated_Circuit.html :)

Integrated Circuit


A.          Sejarah Integrated Circuit

IC (Integrated Circuit) adalah nama lain chip. IC adalah piranti elektronis yang dibuat dari material semikonduktor. IC atau chip merupakan cikal bakal dari sebuah komputer dan segala jenis device yang memakai teknologi micro-controller lainnya.

Test~

kemarin aku udah ngeshare tentang materi tugas sejarah aku, sekarang aku bakal kasih kalian materi tentang IC (Intergrated Circuit) semoga bisa ngebantu kalian :D

Minggu, 21 Oktober 2012

Materi Sejarah Kelas XI IPA

BAB II
KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

A. Masuknya Pengaruh Islam ke Indonesia
Masuknya agama Islam secara damai dan penyebaraannya pun memilih berbagai unsur lokal membuat Islam dapat diterima luas di Indonesia. Alasan mengapa Islam dapat diterima luas di Indonesia adalah:
1. Syarat-syarat masuk agama Islam sangat mudah.
2. Upacara agama Islam sangat sederhana.
3. Agama Islam tidak mengenal sistem kasta.
4. Agama Islam menyebar di Indonesia disesuaikan dengan adat dan tradisi bangsa Indonesia.
5. Faktor politik ikut memperlancar penyebaran agama islam di Indonesia.